Bagaimana Cara Mengatasi Kelaparan dan Kelelahan di Bulan Ramadhan?


Dua tantangan paling umum yang kita hadapi selama Ramadhan adalah rasa lapar dan kelelahan. Sebagai Muslim yang berjiwa produktif, kita harus memastikan perasaan seperti itu tidak mencegah kita memanfaatkan bulan penuh berkah ini dan memenuhi kewajiban kita terhadap Pencipta kita dan mereka yang menjadi tanggung jawab kita. Artikel ini akan secara singkat memberitahu tentang cara-cara agar Anda dapat mengatasi kelaparan dan kelelahan di bulan Ramadhan, mulai dari akar penyebabnya.

Umumnya alasan utama untuk merasa tidak enak di pagi hari dan sepanjang hari dapat dipertanggungjawabkan karena kurangnya tidur yang berkualitas. Tidak memiliki cukup nutrisi yang sehat dalam tubuh kita juga dapat menyebabkan kita mengalami rasa lapar atau sakit kepala. Terlepas dari aspek fisiologis, keadaan seperti depresi dan/atau kecemasan jelas dapat berdampak besar pada energi psikis kita yang tercermin pada tubuh kita sebagai keadaan umum perasaan 'tidak enak badan'.

Untuk membantu Anda mengatasi kelaparan dan kelelahan secara praktis di bulan Ramadhan, berikut adalah tujuh kiat yang saya susun untuk Anda:

1. Perbaiki Cara Bernapas Anda

Jika ada satu nasihat paling kuat yang saya sarankan untuk Anda ikuti, itu berarti belajar bernapas lebih baik. Ada banyak sumber daya di internet tentang berbagai teknik yang dapat Anda gunakan tetapi tiga aturan terpenting adalah:


  • bernapas melalui hidung Anda 
  • bernapas dalam-dalam (gunakan diafragma)
  • dan buang perlahan-lahan


Anda mungkin bertanya-tanya mengapa bernapas diletakkan di bagian pertama. Kualitas oksigen yang kita masukkan ke dalam sistem dan kemampuan kita untuk mengeluarkan CO2 sangat penting bagi kehidupan sel kita yang panjang dan sehat. Semakin dangkal kita bernapas, semakin sedikit oksigen yang mencapai sel, otak dan hati kita, dan sebagai konsekuensinya mengalami kesulitan menjalankan fungsi mereka pada tingkat optimal. Hal ini menyebabkan kita mengalami kelelahan dan keadaan kekurangan energi. Sinkronkan kegiatan Anda dengan pernapasan dalam sampai menjadi kebiasaan bawah sadar: apakah Anda melakukan dzikir, berdoa, tarawih atau melakukan pekerjaan rutin Anda.

2. Latihan

Olahraga teratur adalah penting karena ini adalah salah satu cara tercepat di mana tubuh kita diminta untuk bernapas lebih dalam. Jika olahraga dilakukan dengan benar, bahkan sekalipun itu hanya jalan cepat, hal tersebut dapat memberi Anda dorongan energi daripada membuat Anda murung. Jadwalkan beberapa latihan ke dalam rutinitas Ramadhan Anda, seperti berjalan sebentar setelah sahur, untuk meningkatkan tingkat energi Anda agar kuat pada hari itu.

3. Tidur Yang Berkualitas

Terlalu sedikit dan terlalu banyak jam tidur dapat menyebabkan tubuh Anda mengalami kelelahan. Cobalah rutinitas tidur optimal untuk Ramadhan yang direkomendasikan oleh Penulis. Penelitian menunjukkan bahwa selain dari jam tidur, jauh lebih penting untuk memperhitungkan kualitas tidur. Tidurlah lebih awal, misalnya, segera setelah Tarawih, sehingga Anda cukup istirahat dan bisa bangun segar untuk sahur. Tidur sebentar setelah sholat Dhuhr juga akan membantu Anda tetap berenergi dan kuat dalam menjalani ibadah sampai akhir puasa.

4. Alihkan Fokus Anda

Pikiran kita adalah alat yang luar biasa, ia dapat berkonsentrasi pada satu hal dan sepenuhnya mengabaikan yang lainnya. Misalnya, mungkin jika saya tidak memberi perhatian Anda bahwa postur tubuh Anda mengendur, ketegangan di otot leher atau perasaan sepatu Anda di lantai, Anda tidak akan memerhatikannya, tidak akan pernah Anda bayar memperhatikan semua suara latar belakang di sekitar Anda saat ini. Apa hubungannya ini dengan rasa lapar dan kelelahan? Nah, sederhananya, Anda memilih perasaan yang Anda ingin tonjolkan dan yang dapat dengan mudah Anda putuskan untuk diabaikan.

5. Pra-Rencana Jadwal Anda dan Tetaplah Sibuk

Rencanakan bagaimana Anda akan menggunakan waktu Anda di bulan Ramadhan sehingga Anda tidak berfokus pada tantangannya. Melakukan sesuatu yang bermakna dengan waktu Anda, baik itu ibadah, tugas yang terkait dengan pekerjaan atau menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga Anda membantu Anda mendapatkan fokus dari perasaan lapar dan kelelahan.

6. Utamakan Air Daripada Kafein

Jika Anda telah terbiasa dengan minuman penambah energi dan kafein sebagai cara untuk membangunkan diri secara normal, Anda perlu tahu bahwa Anda juga telah memilih untuk mengikat diri Anda dengan kebiasaan yang akan mengungkapkan menjadi kontraproduktif bagi kesehatan Anda dalam jangka panjang dan benar-benar akan menekan fungsi hati Anda. Sadari untuk meningkatkan asupan air Anda dan berlatih meraih segelas air, bukan secangkir kopi lainnya, karena air menghidrasi tubuh Anda dan membuat pikiran Anda segar.

7. Makan Dalam Kondisi Sadar

Apa yang sudah kamu makan tiga jam yang lalu? Pagi ini? Kemarin? Makan bukan sekadar proses fisik, namun juga melibatkan pikiran dan emosi Anda. Inilah sebabnya mengapa biasanya dianjurkan untuk tidak makan ketika dalam keadaan emosi yang kuat atau ketika Anda merasa sangat lelah. Dalam kedua situasi itu, Anda cenderung tidak terlalu memperhatikan apa yang Anda telan makan, makan terlalu cepat dan terlalu banyak. Sebelum makan, tanyakan pada diri Anda apakah makanan khusus ini dan kuantitasnya akan membawa Anda lebih dekat untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Jika sudah benar-benar yakin, barulah makan.

Penulis rasa itulah yang dapat penulis sampaikan berdasarkan hasil tanya dari beberapa sumber yang dapat penulis percaya. oh iya, kalau ada yang mau menambahkan, tulis di kolom komentar ya...

1 Response to "Bagaimana Cara Mengatasi Kelaparan dan Kelelahan di Bulan Ramadhan?"

  1. Wah terimakasih nanfaat artikelnya. Bagus gan. Sayangnya bru baca skrang nih. Hehe

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel